Rumah Mungil Yang Sehat adalah dambaan bagi keluarga baru. Maklum saja, biasanya perekonomian keluarga baru belum terlalu mapan. Di dalam Rumah Mungil Yang Sehat kita bisa berlindung, bercengkrama dengan anggota keluarga yang lain, beraktitas dengan sehat. Untuk ukuran manusia normal, lebih dari 50% waktu hidup kita habiskan di rumah. Untuk itu faktor kesehatan dari rumah tersebut amatlah penting disamping itu Rumah adalah perwujudan karakter penghuninya. Kali ini ijinkanlah saya bercerita rumah mungil yang sehat, kebetulan rumah saya saat ini masuk kategori mungil, dan menurut saya juga sehat. Kenapa mungil dan sehat ? mari kita bahas bersama-sama. Pembahasan kali ini bukan berdasarkan teori yang ada di majalah / tabloid yang ada, tapi berdasarkan fakta yang ada di rumah saya.
Untuk kategori syarat / kriteria Rumah Mungil Yang Sehat saya menilai berdasarkan :
1. Posisi rumah. Sebaiknya posisi rumah anda tepat dan strategis. Jauh dari jalan raya, pabrik, kebisingan, bebas banjir, hawa sejuk dsb. Jika sudah terlanjur membeli di lokasi-lokasi yang kurang strategis anda mesti mengakali hal tersebut.
2. Sesuai konsep Go Green yang menghendaki 60% adalah lahan terbuka. Rumah saya bangunannya hanya 35% dari luas lahan. Ruang terbuka di rumah mungil saya tanami pohon yang nantinya bisa buat supply oksigen kedalam rumah. Sebagai contoh saya tanami Tabubuya karena pohon ini juga memiliki estetika yang baik.
3. Bahan bangunan. Pastikan bahan bangunan rumah mungil anda membuat nyaman di dalam rumah. Misalnya pemilihan atap genteng. Pilih yang berbahan tanah liat / beton. Jangan memilih atap seng / asbes karena bersifat menyerap panas dan mudah berkarat. Tentunya ini tidak berlaku jika rumah yang dihuni berada di kawasan yang sering dilanda angin ribut, karena penggunaan seng / asbes yang bisa dikunci lebih tahan terhadap angin.
4. Sirkulasi udara. Berhubung rumah-rumah sekarang banyak dibangun dengan kebutuhan akan dipasang AC dan berimbas lubang ventilasi semakin kecil / tertutup sama sekali, jadi anda mesti rajin membuka jendela untuk pertukaran / sirkulasi udara. Usahakan memulai membuka jendela di pagi hari sekitar jam 5. karena kualitas udara masih bagus. Jika sirkulasi udara tidak mendukung, bisa digunakan kipas angin / exhaust untuk pergantian udara. Indikator kelembaban udara di rumah tinggi biasanya akan tumbuh jamur dan lumut di dinding rumah dan tentunya tidak sehat.
5. Sirkulasi cahaya. Idealnya kita memiliki rumah menghadap ke Timur karena penghuni akan mendapatkan Vit D dari sinar ultrafiolet. Tapi jangan heran kalau cat rumah anda juga cepat kusam. Untuk hal diatas memang sulit jika kita harus memilih. Pastikan jendela di kaca anda tidak terlapisi kaca film. Akan lebih baik ada kaca yang dipasang di atas plafon. Intinya terlalu silau tidak baik, jadi asalkan cahaya bisa masuk dan cukup sudah membuat rumah menjadi hangat.
6. Pastikan selokan di rumah anda tidak tersumbat. Jika tersumbat dapat dipastikan nyamuk berkembang biak sempurna dan bau selokan tersebut bisa masuk ke kamar mandi anda melalui saluran pembuangan. Lubang saluran air ke selokan diberi penutup agar tikus tidak masuk.


Batique menyediakan aneka batik untuk Pria dan wanita dengan aneka bahan (cotton, viscos, doby, paris). Batique bekerjasama dengan Jajanlagi.com untuk mempermudah pengunjungnya menjelajah produk batique.
semoga penghuninya juga sehat, tetep langsing mksdnya (tetep???)hihihihi
langsing apa langsung ?
tapi hobynya aja cari jajan, gmn mau langsing…..