Gereja Blenduk – Semarang

Bagi seorang fotografer, Gereja blenduk adalah object yang luar biasa. Sayangnya saya bukan fotografer.. :( .

berlatar belakang orgel

berlatar belakang orgel

Sewaktu berkunjung ke Semarang, saya dan keluarga menyempatkan berkunjung ke bangunan bersejarah ini. Letaknya di kawasan Kota Lama. Tidak jauh dari Stasiun Tawang dan Pasar Johar semarang. Ada moment yang perlu digaris bawahi, berhubung Gereja ini masih aktif, ada baiknya jika anda datang pada saat selesai kebaktian minggu. Karena disitu ada kemungkinan anda bisa masuk. Hari-hari biasa, penjaganya biasanya tidak ada di tempat, jadi sedikit kemungkinan untuk masuk. Keberuntungan lain adalah pada saat ada tour besar dari wisatawan. Jadi anda bisa nimbrung. Biasanya untuk bisa masuk ke Gereja mesti membuat surat resmi kunjungan.

Gereja Kristen ini dibangun oleh masyarakat belanda tahun 1753. Saat ini sudah dialihkan sebagai tempat ibadah jemaat Gereja Protestan Indonesia di bagian Barat (GPIB) Immanuel, sehingga dinamakan Gereja GPIB Immanuel. GPIB terkenal dengan gereja kunonya, Bagi saya GPIB bisa diplesetkan menjadi Gereja Penjual Inventaris Belanda..he3. Bukan bermaksud apa-apa, tapi memang pengelolaan di GPIB mesti bener-bener dilakukan karena asetnya sungguh luar biasa. Kalo sudah jatuh ke tangan orang ‘miring’ bisa dibayangkan harga 1 kursi buatan tahun 1753.. wuih..

Masuk kedalam gereja, ada orgel. Sebuah alat musik yang sangat kuno. Kebayang ribetnya main alat musik ini. Buka tutup pipanya pasti rumit. Mungkin orang yang terbiasa dengan pipa pasti bisa maen orgel. Orang PDAM dong…! :)

Sepertinya mba Christina jago maen orgel. Bisa di klik disini. Atap bangunannya cukup tinggi, mimbarnya masih kalah tinggi sama Gereja HKPB. Suatu kali lihat mimbar di HKBP wuih tinggi kali!!!! 1 meter lagi, kepala yang kotbah dah mentok di plafon. Kasian jemaatnya madep ke atas berjam-jam. yang ada pulang gereja pada diurut lehernya.he3. Just kiding..

Atap yang blenduk terbuat dari perak. Dilihat dari dekat memang sudah reot, tapi justru disitulah seninya. Tiang penyangga di depan berjumlah 4. Persis disamping tiang, ada jadwal kebaktian. Untungnya gereja ini direnovasi rutin oleh pemerintah kota semarang. Jadi tetap terjaga dan apik.

kakak pertama, kakak kedua, dan aku

kakak pertama, kakak kedua, dan aku

Setelah puas di dalam dan foto diluar, akhirnya saya dan sekeluarga menikmati wisata lain. Masih di semarang dengan wajah klumut-klumut kepanasan…